Hipnosis Bukan Mistis

Jakarta, Banyak masyarakat yang beranggapan hipnotis atau hipnosis itu adalah ilmu mistis. Namun ahli hipnosis menuturkan bahwa itu bukanlah mistis, tapi hanya menggunakan kemampuan komunikasi.

Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk menghipnosis, ada yang menggunakan sugesti kata-kata, ada yang pakai relaksasi progresif, menggunakan gelombang pikiran santai seperti suara atau aromaterapi dan ada yang pakai energi.

Namun sayangnya di Indonesia yang kental dengan budaya mistis orang yang melakukan hipnosis biasanya menampilkan kesan mistis dengan pakaian hitam-hitam, pakai gaya gypsi atau gothic sehingga semakin meneguhkan kalau hipnosis itu mistis.

“Yang mistis itu kesan yang dimunculkan, hanya kesan saja. Karena sebenarnya hipnosis itu hanya communication skill (kemampuan komunikasi), murni komunikasi kata-kata yang luar biasa,” ujar Ronny F Ronodirdjo, master NLP (Neuro Linguistik Programme), disela-sela acara peluncuran buku ‘Hypnodontia Wawasan Baru Perawatan Gigi’ di Kuningan Village, Kamis (16/2/2012).

Ronny mencontohkan seseorang bisa terhipnosis dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh orangtuanya. Misal waktu kecil diberitahu untuk jangan percaya dengan orang asing, seseorang bisa terhipnosis dengan kata-kata ini dan membuatnya jadi sulit bergaul. Untuk membuang hipnosis itu seseorang harus dihipnosis ulang oleh orang lain yang capable untuk menghapus pikirannya itu.

Ronny menjelaskan manusia itu ada pikiran sadar dan bawah sadar. Ia mencontohkan banyak orang yang susah saat mau berhenti merokok. Sebenarnya ia mengerti kalau rokok itu buruk tapi sulit berhenti. Hal ini karena di otaknya ada faktor kritis (critical factor) yang menolak untuk berhenti.

“Mengetahui atau mengerti sesuatu tidak membuat orang berubah. Nah, definisi hipnosis itu adalah proses untuk menembus faktor kritis sehingga bawah sadarnya setuju dan percaya untuk berubah,” ujar Ronny.

Lebih lanjut ia menuturkan orang kuno dulu melakukannya dengan pendulum (bandul) sehingga pikiran orang mengikuti pendulum itu jadi orang ngomong apa ia nurut karena pikirannya ada di pendulum itu. Hal ini sama seperti orang yang luka tapi tidak sadar karena pikirannya lagi mikir yang lain dan faktor kritisnya tidak tahu. Tapi begitu sadar maka ia akan merasa sakit.

“Hipnosis itu gejala alamiah, misalnya orang nonton tv enggak denger saat dipanggil sebenarnya ia sedang terhipnosis oleh tv. Jadi hipnosis itu bukan sesuatu yang mistis sama sekali, tapi kondisi alami pikiran manusia,” ungkapnya.

Sedangkan ilmu hipnosis adalah ilmu yang bisa membuat kondisi alamiah itu bisa dibangkitkan secara sengaja dengan tujuan tertentu. kalau untuk hiburan namanya hypnostage atau hypnostreet, kalau untuk terapi namanya hypnoterapi, kalau untuk kesehatan gigi namanya hypnodontia, untuk pelangsing namanya hypnoslimming dan sekarang ada hypnoorgasm tentang bagaimana membuat organ perempuan lebih sensitif dan nyaman.

Selain itu tidak semua hipnosis membuat seseorang tidur. Hipnosis yang ditandai dengan tidur adalah hipnosis klasik, serta ada pula hipnosis yang dilakukan pada orang dengan sadar atau mata terbuka, ilmunya adalah neuro linguistik programme.

“Orang yang dihipnosis itu sebenarnya tidak tidur, tapi mengistirahatkan pikiran sadar seseorang yang mirip tidur. Jadi kalau dibangunkan ia pasti bangun, dan enggak perlu dibangunkan pun bisa,” ujar Ronny.
(ver/ir)

sumber Jumat, 17/02/2012 08:31 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s