SFG – How speakers take a position: Exploring interpersonal meanings further

How speakers take a position: Exploring interpersonal meanings further.

In this chapter we explore the two main resources through which speakers take a position in their messages:

  • Adjustment of the Mood Block (the nub of the message available for argument or discussion)
  • Positive or negative appraisal of experiental meanings.

Speakers can position themselves in an argument or discussion by taking a definite stand or by adjusting their stand to a position between a definite yes and an equally definite no.

The main topics for fiscussion in this chapter are the speaker’s resources for definiteness and adjusment (although we also explore meanings that are not available for argument or discussion) Baca lebih lanjut

VALIDITY

Validity

We already know from Chapter 2 that a test is said to be valid if it measures accurately what it is intended to measure. We create language tests in order to measure such essentially theoretical constructs as ‘reading ability’, ;fluency in speaking’, ‘control of grammar’, and so on. For this reason, in recent years the term construct validity has been increasingly used to refer to the general, overarching notion of validity.

It is not enough to assert that a test has construct validity; empirical evidence is needed. Such evidence may take several forms, including the subordinate forms of validity, content validity and criterion-related validity. We shall begin by looking at these two forms of evidence in turn, and attempt to show their relevance for the solution of language testing problems. We shall then turn to other forms of evidence. Baca lebih lanjut

STATISTIKA

Pengantar stastitika pendidikan

DEFINISI

Secara terminologi ada yang membedakan antara istilah “STATISTIK” dan “STATISTIKA”. Definisi kedua istilah tersebut diberikan berdasar beberapa tinjauan

  1. Statistik sebagai data

Kumpulan atau deretan angka bilangan yang menunjukkan keterangan mengenai catatan kegiatan hidup tertentu.

Contoh: statistik penduduk, statistik perdagangan, statistik pendidikan, dsb.

  1. Statistik sebagai perstatistikan

Menurut UU no 7 Th. 1960, statistik sebagai kegiatan mencakup 4 macam kegiatan; 1) pengumpulan data, 2) penyusunan data, 3) pelaporan data, 4) analisa data.

Terkait dengan pengertian statistik sebagai kegiatan ini, istilah “BIRO PUSAT STATISTIK”  mempunyai pengertian sebagai sebuah biro pada tingkat pusat yang mempunyai kegiatan pokok yang mencakup 4 macam kegiatan 1) pengumpulan data, 2) penyusunan data, 3) pelaporan data, 4) analisa data statistik. Baca lebih lanjut

juwita

Juwita Bercumbu Nyaris Celaka

Kini saksi kita bukan lagi nyamuk yang nakal, Bukan pula si kecoak yang liar.
Hai juwita ingatkah kau pada peristiwa dulu, Ketika bercumbu nyaris celaka.
Mulanya kita hanya saling genggam tangan saja, Selanjutnya saling meremas jari.
Namun ketika kukecup dan matamu terpejam, Membuat kita hampir lupa diri.
Dulu kita ucap astagfirullahal’adzim, Sebab kita tahu bahwa hal itu terlarang.
Kini kita ucap alhamdulillaahirabbil’alamiin, sebab hal yang terlarang kini sudah tidak lagi terlarang.
Hingga berlangsung keriangan sebulan yang lalu. Kita bersanding dikursi pengantin.
Bahagia rasaku dan rasamu tak terhingga, Jadi suami istri tanpa cela.
Sepatutnya kita sampaikan kata terima kasih, Pada Allah yang selamatkan kita.
Dari bujuk dan rayu syetan yang senantiasa, Senang melihat manusia celaka.
Dulu kita ucap astagfirullahal’adzim, Sebab kita tahu bahwa hal itu terlarang.
Kini kita ucap
alhamdulillaahirabbil’alamiin, Sebab hal yang terlarang kini tidak lagi terlarang.

Pengembangan Materi Pembelajaran

Apa materi pembelajaran itu? Materi pembelajaran adalah pengetahuan, keterampilan dan sikat yang harus diajarkan oleh guru dan dipelajari oleh siswa.

Kapan materi pembelajaran disusun? Materi pembelajaran disusun setelah standar kompetensi dan kompetensi dasar telah ditentukan.

Untuk apa materi pembelajaran disusun? Materi pembelajaran disusun untuk membantu siswa dalan mencapai kompetisi dasar dan standar komptensi.

Jenis-jenis materi pembelajaran

Materi pembelajaran terdiri atas berbagai jenis berikut:

  • Fakta
  • Konsep
  • Prinsip
  • Prosedur, dan
  •  Sikap

Materi fakta meliputi apa saja? Materi fakta meliputi nama obyek, nama orang, nama tempat, peristiwa, sejarah, lambang, dll.

Materi konsep meliputi apa saja? Materi konsep meliputi pengertian, definisi, hakekat, inti isi, dsb.

Materi prinsip meliputi apa saja? Materi prinsip meliputi dalil, rumus, adagium/peribahasa, postulat, teorema, dll

Materi prosedur meliputi apa saja? Materi prosedur meliputi hal-hal yang memberi gambaran bagaimana sesuatu itu dilakukan, bagaimana suatu proses itu terjadi, seperti bagaimana kerjanya mesin, bagaimana terjadinya hujan, dst.

Materi sikap meliputi apa saja? Materi sikap meliputi kejujuran, kasih sayang, tolong-menolong, semangat dan minat belajar/bekerja.

Apa prinsip-prinsip penyusunan materi pembelajaran? Beberapa prinsip penyusunan materi pembelajaran adalah:

  1. Relevansi
  2. Konsistensi
  3. Kecukupan

Apa prinsip relevansi itu? Relevansi berarti keterkaitan

Materi pembelajaran hendaknya relevan atau terkait dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar.

Jika kemampuan yang diharapkan dikuasai oleh siswa adalah menghafal fakta, maka materi pembelajaran yang diajarkan adalah haruslah berupa fakta.

Apa prinsip konsistensi itu? Konsistensi berarti keajegan

Jika kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh siswa ada  4 macam, maka materi yang harus diajarkan juga harus 4 macam.

Jika KD yang harus dikuasai oleh siswa adalah productive  skill (berbicara dan menulis) dan receptive skills (mendengar dan membaca), maka materi yang diajarkan juga meliputi 4 macam hal yang disebutkan di atas.

Apa prinsip kecukupan itu? Prinsip kecukupan materi pembelajaran berarti materi yang diajarkan hendaknya cukup memadahi untuk membantu siswa dalam mencapai kompetisi dasar yang diharapkan.

Materi tidak boleh terlalu sedikit atau telalu banyak.

Jika terlalu sedikit akan kurang membantu siswa dalam mencapai standar kompetensi atau kompetensi dasar.

Jika terlallu banyak akan membuang-buang waktu dan tenaga yang sia-sia.

Perlukah materi pembelajaran dipilih? Untuk menunjang tercapainya kompetensi dasar dan standar kompetensi materi pembelajaran perlu dipilih.

Apa saja langkah-langkah memilih materi pembelajaran?

Identifikasi aspek-aspek standar kompetensi dan kompetensi dasar

Identifikasi jenis-jenis materi pembelajaran

Menetapkan materi yang akan diajarkan.

Aspek apa saja yang terkandung dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar?

Dalam standar kompetensi dan kompetensi dasar terdapat 3 macam aspek.

Kognitif yang meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, analisis, dan evaluasi.

Psikomotorik yang meliputi gerak awal, semi rutin dan rutin.

Afektif yang meliputi pemberian respon, apresiasi, penilaian dan internalisasi.

Mengapa harus mengidentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran?

  • Mengidentifikasi jenis-jenis materi pembelajaran dilakukan untuk mempermudah guru dalam mengajar.
  • Setiap jenis materi pembelajaran akan memerlukan metode, media dan sistem evaluasi yang berbeda.

Metode apa yang cocok untuk mengajarkan materi fakta?

Materi fakta adalah materi pembelajaran yang mencakup nama seseorang, benda, tempat, peristiwa, sejarah, dll yang perlu diingat/dihafal.

Salah satu cara untuk dapat menghafal dengan baik adalah dengan menggunakan jembatan keledai seperti CAKEP = Calon Kepala, AMBAK = apa manfaat bagiku, PAKEM = pembelajaran yang aktif,  kreatif, efektif dan menarik.

Metode apa yang cocok untuk mengajarkan materi prosedur?

Materi prosedur merupakan materi pembelajaran yang memberikan gambaran langkah-langkah suatu proses dilakukan.

Dengan mendemonstrasikan proses kerja sesuatu, siswa akan bisa memahami prosedur tersebut dan bahkan akan bisa melakukannya.

Metode apa yang cocok untuk mengajarkan materi konsep?

Materi konsep meliputi pengertian, definisi, hakekat dan inti isi.

Untuk materi pengertian dan definisi, siswa cukup dapat diminta menyebutkan, mengklasifikasikan, mengidentifikasi, dll

Metode apa yang cocok untuk mengajarkan materi prinsip?

Materi prinsip meliputi detail, rumus, aksioma, teorema, adagiumm paradigma.

Materi prinsip ini akan lebih dikuasai oleh siswa apabila mereka menerapkannya dalam bentuk, misal latihan-latihan.

Bagaimana menetukan cakupan materi pembelajaran?

Pertimbangkan keluasan cakupan materi pembelajaran. Keluasan materi meliputi berapa banyak materi-materi yang dimasukkan ke dalam materi pembelajaran.

Pertimbangkan kedalaman cakupan materi pembelajaran. Kedalaman materi meliputi beberapa detail konsep-konsep yang terkandung di dalamnya yang harus dipelajari oleh siswa.

Pertimbangkan kecukupan materi pembelajaran.

Perlukah materi pembelajaran diurutkan?

  • Dua pendekatan mengurutkan materi pembelajaran.

Pendekatan prosedural, yaitu cara yang menggunakan langkah-langkah secara urut sesuai dengan langkah-langkah melaksanakan tugas seperti menelepon, menyalakan TV, dll (tanpa penguasaan)

  • Pendekatan hierarks, yaitu menggambarkan urutan yang bersifat berjenjang.

Untuk bisa menghitung laba rugi dalam jual beli, siswa harus pertama kali menguasai konsep: laba, rugi, penjualan, pembelian dan modal dasar, berikutnya rumus menghitung laba-rugi dan dilanjutkan dengan penerapan prinsip jual-beli.

Bagaimana cara menyampaikan materi?

  • Strategi urutan penyampaian simultan.

Materi disampaikan secara global/keseluruhan dulu, kemudian baru disampaikan secara lebih detail masing-masin bagian.

  • Strategi urutan penyampaian suksesif.

Jika seorang guru akan menyampaikan satu kesatuan materi, dia akan menyampaikan sebagian demi sebagian materi tersebut secara mendalam.

  • Strategi penyampaian materi fakta

Jika guru akan menyajikan materi jenis fakta, strategi yang tepat adalah sebagai berikut:

  1. a.      Sajikan materi secara lisan, tulis atau menggunakan gambar.
  2. b.      Berikan siswa bantuan untuk menghafal materi fakta tersebut. Bantuan diberikan dalam bentuk penyampaian secara bermakna, mengguanakan jembatan keledai atau assosiasi berpasangan.
  • Strategi penyajian konsep
  1. a.      Sajikan konsep
  2. b.      Berikan bantuan berupa isi, ciri-ciri pokok, dan contoh.
  3. c.       Berikan latihan, misalnya tugas berupa mencari contoh lain.
  4. d.      Berikan umpan balik
  5. e.       Berikan tes.
  • Strategi penyampaian materi pembelajaran prinsip

Sajikan prinsip. Berikan bantuan berupa contoh penerapan prinsip. Berikan soal-soal latihan. Berikan umpan balik. Berikan tes.

  • Strategi penyampaian prosedur

Menyajikan prosedur. Berikan bantuan dengan jalan demonstrasi. Memberikan latuhan (praktik). Memberikan umpan balik. Memberikan tes.

Mengapa guru harus menyusun/mengembangkan bahan ajar sendiri?

  1. a.      Allwright (1990): textbook umumnya terlalu kaku apabila dijadikan sebagai sumber tunggal dalam pembelajaran.
  2. b.      Berpedoman pada satu teksbook tidak selalu cocok dengan minat, kondisi, tingkat perkembangan dan kebutuhan berbahasa anak – kurang memberi kebermaknaan.

Sumber belajar

Materi otentik (materi pembelajaran, bik yang dalam bentuk cetakan maupun audio visual. Internet. Media masa (cetak dan elektronik). Foto-foto dan gambar. Alam lingkungan. Masyarakat.

Jenis pengembangan materi pembelajaran

Self-designed. Modifcation. Adaption. Compilation. Handout.

Alur analisis penyusunan bahan ajar

Standar kompetensi:

Berkomunikasi lisan dan tertulis menggunakan ragam bahasa yang sesuai dengan lancar dan akurat dalam wacana interaksional dan atau monolog terutama berkenaan dengan wacana berbentuk naratif, prosedur, spoof/recount, report, dan news item.

Kompetesi dasar:

Mendengarkan memahami wacana transaksional dan interpersonal ringan dan atau monolog lisan terutama berkenaan dengan wacana berbentuk report.

Indikator:

Mengidentifikasi kelompok kata sifat. Atau lainnya.

Materi pembelajaran:

Teks berbentuk report. Adjective phrase.

Kegiatan pembelajaran

Mendiskusikan teks report yang didengar. Mengidentifikasi adjective phrase.

Bahan ajar:

LKS, Modul, kaset, dll

Bentuk bahan ajar

Bahan cetak seperti: hand out, buku, modul, lembar kerja siswa, brosur, leaflet, wallchart.

Audio visual seperti: video/film, VCD, DVD,

Audio seperti: radio, kaset, CD audio, PH

Visual: foto, gambar, model/realita, maket.

Multi media: CD interaktif, computer based, internet.

Cakupan bahan ajar

Judul, mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tempat.

Petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru)

Tujuan yang akan dicapai

Informasi pendukung

Latihan-latihan

Petunjuk kerja

Penilaian

Bahan ajar versus buku teks

Bahan ajar merupakan bahan atau materi pembelajaran yang disusun secara sistematis yang digunakan guru dan siswa dalam KBM.

Buku teks merupakan sumber informasi yang disusun dengan struktur dan urutan berdasar bidang ilmu tertentu.

Kriteria pemilihan bahan ajar:

  1. a.      Menimbulkan minat baca
  2. b.      Ditulis dan dirancang untuk siswa
  3. c.       Menjelaskan tujuan instruksional
  4. d.      Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel
  5. e.       Struktur berdasarkan kebutuhan siswa dan kompetisi akhir yang akan dicapai
  6. f.        Memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih
  7. g.      Mengakomodasi kesulitan siswa
  8. h.      Memberikan rangkuman
  9. i.        Gaya penulisan komulatif dan semi formal
  10. j.        Kepdatan berdasar kebutuhan siswa
  11. k.       Dikemas untuk proses instruksional
  12. l.        Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari siswa.
  13. m.     Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar

Jenis bahan ajar

  • Lembar informasi (information sheet)
  • Operation sheet
  • Jobsheet
  • Worksheet
  • Handout
  • Modul

Karateristik buku teks:

  1. a.      Mengasumsikan minat dari pembaca
  2. b.      Ditulis untuk pembaca (guru, dosen)
  3. c.       Dirancang untuk dipasarkan secara luas.
  4. d.      Belum tentu menjelaskan tujuan instruksional
  5. e.       Disusun secara linear
  6. f.        Struktur berdasar logika bidang ilmu
  7. g.      Belum tentu memberikan latihan
  8. h.      Tidak mengantisipasi kesukaran belajar siswa
  9. i.        Belum tentu memberikan rangkuman
  10. j.        Gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif
  11. k.       Sangat padat
  12. l.        Tidak memiliki mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pembaca.

Pengertian LKS:

Lembar kegiatan siswa (student work sheet) adalah lembaran-lembaran berisi tugas yang harus dikerjakan oleh siswa.

Lembar kegiatan berisi petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan suatu tugas.

Tugas-tugas yang diberikan kepada siswa dapat berupa teori dan atau praktik.

Langkah-langkah penulisan LKS:

Melakukan analisis kurikulum: Standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator dan materi pembelajaran

Menyusun peta kebutuhan LKS

Menentukan judul LKS

Menulis LKS

Menentukan alat penilaian

Struktur LKS secara umum adalah sebagai berikut

  • Judul, mata pelajaran, semester, tempat,
  • Petunjuk belajar
  • Kompetensi yang akan dicapai
  • Indikator
  • Informasi pendukung
  • Tugas-tugas dan langkah-langkah kerja
  • Penilaian

Pengertian modul

Modul merupakan alat ata sarana pembelajaran yang berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang dirancang secara sistematis dan menarik untuk mencapai kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.

Modul adalah bahan ajar yang disusun secara sistematis dan menarik yang mencakup isi materi, metoda, dan evaluasi yang dapat digunakan secara mandiri, kebahasaannya dibuat sederhana sesuai dengan level berfikir penggunanya, mampu membelajarkan diri sendiri, tujuan antara dan tujuan akhir modul harus dirumuskan secara jelas dan terukur, materi dikemas dalam unit-unit kecil dan tuntas, tersedia contoh-contoh, ilustrasi yang jelas, tersedia soal-soal latihan, tugas dan sejenisnya, materinya up to date dan kontekstual, bahasa sederhana lugas komunikatif, terdapat rangkuman materi pembelajaran, tersedia instrument penilaian yang memungkinkan penggunanya melakukan self assessment, digunakan secara mandiri, belajar sesuai dengan kecepatan masing-masing individu secara efektif dan efisien, memiliki karekteristik stand alone yaitu modul dikembangkan tidak tergantung pada media lain, bersahabat dengan user atau pemakai (user friendly), membantu kemudahan pemakai untuk direspon atau diakses, mengukur tingkat penguasaan materi diri sendiri, terdapat umpan balik atas penilaian pengguna modul, terdapat informasi tentang rujukan/pengayaan/referensi yang mendukung materi, dipergunakan untuk orang lain bukan untuk penulis.

Tujuan penulisan modul

  1. 1.      Memperjelas dan mempermudah penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbal
  2. 2.      Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera, baik siswa atau peserta diklat, maupun guru/instruktur.
  3. 3.      Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi seperti:

Meningkatkan motivasi dan gairah belajar bagi siswa atau peserta diklat; mengembangkan kemampuan peserta didik dalam berinteraksi langsung dengan lingkungan dan sumber belajar lainnya; memungkinkan siswa atau peserta diklat belajar mandiri sesuai kemampuan dan minatnya; memungkinkan siswa atau peserta diklat dapat mengukur atau mengevaluasi sendiri hasil belajarnya

Karateristik modul

  1. 1.      Self instructional

Peserta diklat/siswa mampu membelajarkan diri sendiri, tidak tergantung pada pihak lain.

  1. 2.      Self contained

Seluruh materi pembelajaran dari satu unit kompetensi atau sub kompetensi yang dipelajari terdapat di dalam satu modul secara utuh.

  1. 3.      Stand alone

Modul manual/multimedia yang dikembangkan tidak tergantung pada media lain atau tidak harus digunakan bersama-sama dengan media lain.

  1. 4.      Adaptif

Modul hendaknya memiliki daya adaptif yang tinggi terhadap perkembangan ilmu yang tinggi terhadap perkembangan ilmu dan teknologi.

  1. 5.      User friendly

Modul hendaknya juga memenuhi kaidah bersahabat/akrab dengan pemakainya

  1. 6.      Kansistensi

Dalam penggunaan:

  • FONT
  • SPASI
  • TATA LETAK (LAYOUT)
  1. 7.      Format
  • Format kolom tunggal atau multi
  • Format kertas vetikal atau horisontal
  • Icon yang mudah di tangkap

Organisasi modul

Tampilan peta/bagan

Urutan dan susunan yang sistematis

Tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi yang menarik

Antar bab, antar unit, dan antar paragrap dengan susunan dan alur yang mudah dipahami.

Judul, sub judul (kegiatan belajar) dan uraian yang mudah diikuti

Daya tarik modul

Mengkombinasikan warna, gambar (ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf yang serasi; menempatkan rangsangan-rangsangan berupa gambar atau ilustrasi; pencetakan huruf tebal, miring, garis bawah, atau warna; tugas dan latihan yang dikemas sedemikian rup

Penghambat Orgasme

Jakarta, Salah
satu hal yang
menjadi tolak
ukur kepuasan
dalam
berhubungan
seks adalah bisa
mencapai
orgasme, tapi
sayangnya
beberapa orang
tidak bisa mencapai hal itu. Ini dia hal-hal
yang bisa menghambat seseorang mencapai
orgasme.
Orgasme adalah kemampuan tubuh untuk
menerima dan merespons kesenangan yang
prosesnya berlangsung secara alami serta
sederhana. Umumnya perempuan bisa
mencapai orgasme lebih banyak ketimbang
laki-laki.
Meski begitu untuk bisa mencapai orgasme
ini diperlukan pikiran yang tenang dan
bebas dari gangguan. Berikut ini adalah hal-
hal yang bisa menghambat seseorang
mencapai orgasme, seperti dikutip dari
Health.com, Kamis (17/5/2012) yaitu:
1. Merasa tidak nyaman
Terapis seks Gloria Brame G, PhD
menuturkan sekali seseorang merasa
ketidaknyamanan di dalam pikirannya maka
gairah seks akan mulai memudar, kondisi ini
membuat seseorang kehilangan momentum
untuk bisa mencapai klimaks.
2. Mencoba terlalu keras untuk mencapai
orgasme
Semakin keras seseorang mencoba agar
bisa mencapai orgasme maka akan sulit
untuk mendapatkan klimaksnya. Ini adalah
salah satu bentuk kecemasan yang biasanya
tidak disadari oleh banyak orang. Untuk itu
cobalah sedikit lebih tenang dan memikirkan
bahwa ini adalah hal yang mudah.
3. Terlalu fokus mencapai orgasme
Tujuan yang kuat untuk mencapai orgasme
akan membuat orang berusaha keras yang
justru malah tidak menghasilkan apa-apa.
Sebaiknya berusaha menikmati kesenangan
tanpa berfokus pada orgasme, sehingga
tubuh dan pikiran menjadi lebih rileks yang
dapat memudahkan orang mencapai
orgasme.
4. Otak terlalu sibuk dan panik
Jika saat melakukan hubungan seks
seseorang terlalu sibuk memikirkan banyak
hal maka orgasme akan sulit dicapai. Hal ini
karena dibutuhkan konsentrasi penuh dari
otak serta pikiran yang bebas dari segala
gangguan.
5. Benci atau ada masalah dengan
pasangan
Kebencian akan menggeser perhatian Anda
dari sensasi menyenangkan sehingga
membuat orang sulit mengalami orgasme.
Jika memang ada masalah, cobalah untuk
menyelesaikannya terlebih dahulu. Bicaralah
untuk membangun keintiman sehingga
lebih mudah menerima koneksi seksual.